Showing posts with label mud-lumpur. Show all posts
Showing posts with label mud-lumpur. Show all posts

Monday, March 3, 2014

Overtime

Lately, so much hard for us to meet each other. I dont know. Feeling empty inside. In few weeks, we will have our anniversary event. For the fourth times. I am so glad but i  worry too. I worry because, you seem someone else though i still can feel your self on me.
I wanna hug you, E.
I wanna hold your hands till i cant feel anything else.
I miss you. I love you.
Overtime.




"Not sure we did many selfies yesterday. Oh gezzz! I love you so much much much much much, E."

Saturday, February 1, 2014

30 Januari

Telah banyak moment yang aku lewatin tanpa torehan apapun dalam halaman blog ini. Tapi, aku tidak ingin melewatkan satu hal ini.

Hari ini tertanggal 30 Januari 2014.
Hari ini setelah hari terakhir dilangsungkan sidang ujian tugas akhir di kampus.
Hari ini sungguh terasa beda. Setelah sebagian kecil dari diri kita yang mesti berpisah sudah tidak terlibat dalam satu mata kuliah yang sama. Setelah banyak moment yang pada akhirnya hanya menjadi sebuah kenangan, entah baik atau buruk bagi salah satu dari kita. Tapi sungguh, itu yang membekas selalu.
Hari ini senang dan sedih bercampur. Senang karena akhirnya telah menyelesaikan studi S1, akan tetapi seperti perpisahan yang lain, ini juga menciptakan sebuah kesedihan. Memang, tidak selamanya kita berpisah, akan tetapi lagi, seperti perpisahan yang lain, kesedihan ini sungguh terasa.
Setelah empat tahun lebih kita menjalin persahabatan dan persaudaraan.
Setelah empat tahun lebih kita mengalami keluh kesah dan suka cita perkuliahan bersama.
Setelah empat tahun lebih semuanya terjadi..
Setelah empat tahun lebih semuanya kita alami..
Setelah empat tahun lebih semuanya kita rasakan..
Semua yang sedih atau menyebalkan, pasti akan kita rindukan. Apalagi yang menyenangkan, pasti akan kita sangat-sangat rindukan.
Ah, klise memang jika aku sampaikan sebuah kalimat : mengapa harus ada perpisahan?
Tapi serius itu adalah kalimat yang ingin aku sampaikan. Tidak ada jawaban memang, tapi aku hanya ingin bertanya.

Kawan, terima kasih sudah mau datang ke hari sidangnya aku.
Aku tahu, sangat tahu, bagaimana perasaan iri kalian walau mungkin yang aku tahu tidak sampai seratus persen tahu. Tapi dengan posisi aku sebagai anak himpunan yang pertama maju, lalu dinyatakan lulus, dalam hati kalian pasti terselip kata ingin juga maju sidang lalu dinyatakan lulus. Tapi sungguh, dengan kehadiran kalian, aku sudah tahu. Bahwa perasaan iri yang kalian ucapkan, perasaan ingin juga yang kalian ungkapkan, tidak dapat menghalangi perasaan bahagia yang kalian rasakan untuk aku, untuk siapapun yang maju sidang semester ini. Dan untuk itu lah aku berterimakasih. Untuk sebuah perasaan bahagia yang mampu menutupi perasaan iri dan ingin juga itu. Sungguh, tidak ada kata-kata yang mampu aku ucapkan selain terima kasih bangeeeeeeeeeeetttt.
Semoga moment ini bisa melengkapi persahabatan kita selama ini, kawan!
Sayang banget sama kalian semua..
Semoga kita sukses selalu dan tidak melupakan satu sama lain.
Entah kata apa lagi yang bisa aku sampaikan di sini, selain kata terima kasih, sayang dan bahagia karena memiliki kawan seperti kalian. Ah, mungkin terkesan lebay dan gombal.. tapi ciyuuus bingit keleus ini.. MUAHH! Cium satu-satu!
Untuk yang masih berkutat dengan tugas akhir alias skripsi, semoga kalian selalu semangat dan tidak malas lagi untuk  ngerjain!! Demi wisuda bareng, kawan! Kejarlah.. kejar hingga ujung!

Yang berbahagia menjadi bagian dari erat persahabatan Solid 2009.
Putri Pratiwi Nurhasan DEFFROIN!! Wakakakak.. 

"seperti baru kemarin, kita saling berkenalan. melempar senyum dan saling menyebutkan nama.."

Monday, December 9, 2013

Well-not.

Well, sometimes i just feel like oh God! Yes.. Aku iriiii!!
Ke siapa? Ke kalian yang punya pacar juga banci kamera. Not banci beneran tapi ya setidaknya bisa berfoto-foto asik dengan kalian.
It's soooooooo different with my E. He's just not a camera-boy! 
It has been for months since we took photos! 

Sometimes, i thought taking pictures of me and E was just very important. Especially if we got to some new places or some interesting places. But he didnt think so. Makes me feel eeeeeeeerrrrrrrrrr.... 
So, friends. Keep your boyfie narsis-narsis jangan sampai luntur. Ohkaaaaaaaaaaay!!

Friday, October 11, 2013

Hanya saja.

Kita memang saling mencintai. Hanya saja tak mampu saling membahagiakan. Tapi juga tak sanggup untuk saling menyakiti. Biar Tuhan saja lah yang menamai apa perasaan kita ini namanya.
Satu hal yang pasti. Aku masih suka ketika kita saling bertatap mata. Lalu seolah aku bercermin melihat perasaanku juga ada di sana, dalam matamu. Bagiku, juga bagimu, mungkin semua ini sudah cukup untuk tetap menjaga percik api cinta dalam hati kita ini abadi. Walau tanpa sumbu.

Wednesday, July 24, 2013

Words bullying.

Be careful for your words.
Many people didnt realize that saying some insults by text or words is including into bullying too. Unfortunately, many other people who insulted by those saying words or texts were keeping silent for the hurts and pains the felt.
Do you know what kind of words that could be including into bullying? I bet you know. There are so many words. For some examples, the mocking words, stupid, fat, and etc. Or maybe words which described one side of the person you mocked at. Words like black to describe their dark skin, fatty for them who has more fat in their body and whatever just like that. For your informations, if you saw those sides about them, someone out there will actually saw too. So, just soooo much please, do not say it too much. Regularly. Out loud everyday, maybe everytime. 
Right now, maybe you're thinking like this : "yeah they're just too sensitive.."
Yes, you can say it. Yes you can. Because you didnt feel those hurts and pains when somebody mocked at you. You dont know because you're not the bullied person. You dont know how if the person is about being bullied all the time. You may wonder, how can I know?! because i am the person (too).
I am fat. Yes, I know.
But why do people say it too much? 
I feel hurts. You dont know.
Why do people just cant see the hurts and pains i have accepted? From my eyes, maybe. Oh, they dont even care.

Because of those words bullying. Orals or not. I was becoming less-confidence. I feel, I didnt have any clothes that fits me well. I felt, I was just that big big big big girl. I hate my body. So much. I hate the fat in my body. So much.
OhmyGod, I just think that actually ther was no one who wanted to be my friend. That actually those who still can be my friends are knowing me accidentally. Sorry for this negative thoughts :(
They say, I am fat.
They always say, I am fat.
It insults me everytime I mirrored my self.
I am just a fat girl.
I am just a fat girl.
Yes, their words which said that I am fat is always sounds on my ears.
I am broken hearted.
I have been being fat since long time ago. I know enough.

For some moments, I thought that I didnt want to have this very much fatty body. ANYMORE. There was nothing I could do that making friends with my own body. I dont want to be mentioned as the fat girl, so then I started to diet. I eat much little than usual. I didnt have dinner. I love fasting. I didnt eat junks, burgers, or whatever like them.
I forced my self to do this diet hard.
Dont even care about my hunger. I just wanna be not fat anymore. I ate freely just one time on lunch. Little carbos, much proteins and veges. Now my BMI is on normal range. I lost about 14 kilos. From 68 to 53,8kgs right now. But, the words who said I am a fat fat fat girl is always sounding on my ears. Until now. I am still fat, at least that is what I am feeling. I am listening the fat words all over my days. I dont care about my normal BMI, when I saw my own body on the mirror, I saw fat all over my body.
I hate this.
"Be careful about your words, maybe they will actually eternally live in someone's ears. All over the time, and caused some pains."

Friday, June 7, 2013

You liked him.

You stared at me. Maybe for times. I caught you. I caught the way you stared at me. That was something about a dislike. A dislike stared. I asked my self why you did that. I asked someone about you did that. I found no answers. I used to not find even an answer. But now, I know. 
You liked him.

Monday, June 3, 2013

... for being my friend?

I miss you my dear Solid09 friends.
I dont know why i wondered about : are you happy for being my friend? :|

Wednesday, April 24, 2013

Everybody needs to have secrets.

For me, secrets are something lik fairytales that i can make. Without any secrets, what my life would be.
And you, peps, i bet you have a or maybe some secret(s). You keep it. Then someday you share it to another you trust them the muchest. Or maybe you keep the secret only to someone you hate the most? Someone you love the most? It depends on you. You have choice.
For you infos, being the only one who didnt know something you called secret, is really not nice. It can make the only one has negative thinking. If the only one is you friend, maybe (s)he will wonder about your friendship anyway. Something like this : "Why am I the only one? Are they truly dont want to make friendship with me?" And etc like that.
But, okay, everybody needs to have secrets.

 
wishpering a or some secret(s)


Tuesday, March 12, 2013

Secepat yang kita bisa.

Aku hanya dapat menikmati satu saat. Ketika mata kita sama-sama menatap.
Tanpa sepatah kata.
Dan aku lihat pendar itu di sudutnya. Pendar rasa yang berbeda.
Persis seperti rasa milikku.

Lalu kau. Atau aku.
Sama-sama berupaya untuk mengalihkan tatapan.
Secepat yang kita bisa.


11-Maret-2013
15:10 wib.

Wednesday, January 9, 2013

The place that has many reasons for me to go back.

Sea. The place that has many reasons for me to go back.

I think, hampir semua anak perempuan akan dibuat kagum oleh laut. Akan ingin selalu kembali merasakan airnya melalui pantai. Ya, laut adalah puncak gravitasi bagi dunia saya. Laut indah, laut eksotis, laut cantik, laut mengagumkan, laut.. Ah laut segala keindahan Tuhan yang berkumpul dalam dunia saya.
Selain AC Milan, laut adalah hal candu kedua yang tidak ingin saya ketahui alasan mengapa saya cinta. Laut, memang selalu spesial bagi sebagian orang. Bagi saya. Bagi kamu, mungkin. Rasanya mau gitu ya, punya rumah di tengah laut. Atau cottage?! Like somewhere in Maldives :) Somewhere amazing place, somewhere great place for someone who falls in love with sea.

Tuhan, laut adalah kreasiMu yang sangat amazing bagi saya. Terima kasih.
Bagaimana laut bisa mengubah mood dalam sepermilyar detik. Bagaimana laut bisa menciptakan dunia senja tersendiri yang sangat cantik. Bagaimana laut bisa menghembuskan angin yang berbeda. Semua buat saya jatuh cintaaaaaaaaaa!!!! Jatuh cinta tanpa celah walau sedetik. Jatuh cinta tanpa alasan. Falling in love without pains, or tears. Ah, sea, i love you with no buts, ifs, or maybes.. <3 p="p">

Angin pagi laut,
Angin siang laut,
Angin senja laut,
Angin malam laut,
Semua punya sesuatu yang membuat saya candu.

Laut ketika pagi,
Laut ketika siang, 
Laut ketika senja,
Laut ketika malam,
Semua punya sesuatu yang membuat saya candu.

Menikmati laut dengan cara apapun.
Menikmati laut dengan siapapun.
Menikmati laut dengan sedang apapun.
Rasanya semuanya perfect! Sempurna. Bahkan menikmati laut dalam cuaca apapun, walau ketika hujan deras agak takut -__- Tapi sungguh, moment sempurna adalah ketika malam, dengan hujan rintik serta pejaman mata. Rasa laut berubah menjadi surga.

Laut ketika saya di bibir pantai.
Laut ketika saya di pinggir dermaga.
Laut ketika saya di tengahnya.
Semua punya sesuatu yang membuat saya canduuu! Candu berat.

 
 bahkan matahari diatas laut, bisa jadi lebih cantik.

"And then, who could refuse the beauty of the sea?"

Friday, November 30, 2012

Tanya

Bagiku, bertanya adalah sulit. Tentang kau, tentang ini, dan tentang dia. Tapi, apakah tau? Semua ini lebih sulit lagi untuk ditemukan jawabannya. Setidaknya itu bagiku.

Hei, Someone, apa yang kau tau dan tidak aku tau?
Apa yang kau rasa  dan tidak aku rasa?
Apa yang kau mengerti dan tidak aku mengerti?
Apa yang kau lihat dan tidak aku lihat?
Sungguh aku ingin tau.
Siap atau tidak dengan apa jawaban yang kau punya, aku hanya ingin tau.

Aku sudah menemukan pertanyaanku sendiri.
Lalu, maukah kau memberikan aku jawabannya?

 

Wednesday, October 3, 2012

Ayah

Ayah.
Sosok hebat dibalik diri saya sekarang. Hebat banget. Seandainya saja semua hero berkumpul hendak melindungi saya, saya akan pilih ayah saya untuk melindungi saya. Memang, beliau tidak kuat seperti hero lain, tidak dapat terbang, tidak terlalu jenius, pokoknya tidak melebihi hero lain. Akan tetapi, ayah saya pasti akan melindungi anaknya, saya, sebagaimana melindungi dirinya. Saya yakin. Ayah saya pernah bilang itu.

Saya sangat bangga terhadap ayah saya. Saya sangat bersyukur atas dirinya yang Tuhan beri untuk saya. Walau kadang-kadang, sikapnya terhadap pertumbuhan saya tidak dapat saya cerna. Tanpa logika, seharusnya saya memang mengerti. Tanpa ilmu apapun yang sudah saya pelajari, seharusnya saya sudah mengerti. Ah, menyesal sekali atas tindakan itu. Marah, ngambek, nangis buat dapetin ijin dari beliau sering banget saya lakukan. Dengan sengaja nangis meraung-raung agar dibelikan atau diijinkan suatu hal, biar semua orang tau kalo ayah saya pelit :p Hahaha sangat menggelikan kalo inget itu. Sedih juga sih.. Harusnya gak pernah kayak gitu. Harusnya gak usah pake cara so childish begitu:( Padahal dengan kata-kata biasa dan penjelasan yang ayah saya tanya, saya bisa dapet yang saya mau. Dan tentunya dengan kata-kata persuasif sesering mungkin biar gak lupa :D

Ayah saya bukan sosok yang glamor. Tapi beliau sukanya beli baju yang bermerk (gak nyampe jutaan sih). Dan ketika lebaran tiba, sungguh beli baju mulu. Banyakan baju baru ayah saya dibanding semua anak-anaknya malahan. 
Ayah saya itu suka makanan manis, tapi semenjak periksa dokter karena suka pusing, jadi berhenti makan makanan manis. Hmm, skrg si makan lagi. Tapi gak terlalu kayak jaman dulu.
Ayah saya sering banget makan tengah malem, tapi semenjak berat badan naik dan perut membuncit, beliau jadi berhenti makan tengah malem. Akibatnya sih cuma satu. Orang rumah jd gak dapet makanan malem-malem lagi hehehe
Ayah saya bukan orang yang harus punya ini - punya itu. Bahkan kalo beliau gak minat beli apa yang ibu saya mau, gak akan dibelinya sampe kapanpun. Ini sungguhan :|
Ayah saya pake motor jadul. Entah sejak kapan punya itu tapi sepertinya sejak saya SD. Gak tau, padahal kalo diliat dari tabungan sih bisa aja beli motor baru masa kini. Tapi, yes, that's my daddy. Gak suka barang-barang diganti sebelum beliau butuh banget.
Ayah saya penikmat musik dangdut. Ininih jd cekcokan saya dengan beliau, ya habis kalo dengerin musik suaranya kenceng bgt. Hih... Skrg sih saya gak masalahin beliau mau denger musik apapun! Sama sekali engga.
Ayah saya pencinta kuliner Nusantara. Pizza, spagheti, lasagna dkk itu gak ada dalem kamusnya.
Ayah saya juga suka nonton film jaman dulu. Semacam Benjamin dan Warkop DKI. Suka film action, dan binatang-binatang gede. Misalnya film dinosaurus dsb gitu.
Ayah saya idolain Jackie Chan. Ibu saya juga sih kalo ini.
Ayah saya juga idolain seorang penyanyi. YAP, penyanyi dangdut siapa lagi kalo bukan bung Rhoma. Hahaha
Ayah saya gak suka berpakaian formal. Pake batik aja baru mulai ketika saya SMA. 
Ayah saya itu cereweeeet banget. Pokoknya apa-apa dikomentarin. Seneng aja dengernya. Sesekali ketawain beliau karena sungguh deh komentarnya gak nyambung lama-lama sama topik awal.
Ayah saya seneng banget minta makanan punya anaknya. Apapun itu. Sampe nutrisari beli diwarung aja wajib diminta :|
Ayah saya pekerja keras banget. Dari 0 sampe sekarang bisa sekolahin anak-anaknya. Saya bersyukur banget soal ini.
Ayah saya paling anti beliin anaknya hal yang remeh temeh. :((
Ayah saya punya guru spiritual. Wahaha biar gak stress mungkin yah. Pokoknya beliau hormat bgt sama gurunya.
Ayah saya pernah ngutang administrasi madrasah diniyah. Ituloh yang kayak TPA gitu kalo masa kini. Beliau bayar utangnya tau kapan? Setelah sudah bisa berpenghasilan sendiri! Suer ini bener-bener speechless. Wkwkwk
Ayah saya demen nonton FTV. Kalo siang lagi pulang, pasti nontonnya FTV. Meh..
Ayah saya juga demen nonton apatuh yang di TV one, yang lawyers club. Dan berita bola tentunya.
Ayah saya suka banget ledekin saya kalo Milan lagi kalah. Apalagi kalo saya lagi gak bersemangat karena Milan kalah. Dulu pas SMP beliau anti bgt saya suka Milan (mungkin nonton bola) soalnya setiap paginya gak sekolah haha x)) Sekarang sih engga. Udah terbukti sejak Serie A ditayangin di TVRI :D
Ayah saya seneng bgt nemenin anaknya belanja. Ya, ini ngeselin banget karena beliau gak akan bayarin anaknya kalo baju yang dipilih anaknya gak beliau suka. Sungguuuuhhh ini terlaluuuuuu~ Metode nangis ditempat gak akan ngaruh. Gak akan ngerubah apa-apa. Hiks ini terulang ketika lebaran kemarin :") tiba-tiba beliau ngajak ke Pasaraya mau beli baju baru. Mungkin beliau kangen milihin baju untuk saya, setelah selama kuliah saya selalu beli sendiri.
Ayah saya selalu bilang iya untuk urusan sekolah. Buku, alat tulis, alat gambar, baju, kaos kaki, pokoknya semuanya. Soal biaya juga. Kalo saya bilang minta beliin apa-apa, pasti susah. Kalo saya bilang untuk sekolah, pagi-pagi udah ada uang dimeja kamar saya. Sungguh, saya sangat bersyukur atas sikapnya yang satu ini.

Masih banyak tentang ayah saya yang sekarang ini saya ingat. Makanan kesukaannya, bagaimana caranya minum es kelapa batok, yah.. hal-hal sehari-harian beliau sekarang ini sedang menari-nari dipikiran saya. Tapi tariannya terlampau cepat, tangan saya tak dapat mengimbangi.

Saya sudah dua puluh tahun. Saya belum bisa sepenuhnya dewasa. Tapi saya tau apa tujuan saya hidup selain beribadah. Saya ingin mengulang rasa bangga yang ayah saya rasa ketika saya SMA. Ah, saat itu saya tau, ayah saya tengah bangga. Senyumnya lebar, cerah, ceria, senang, matanya berbinar, walau hanya terlihat sedikit binar itu karena mata beliau sipit, tapi saya tau itulah mata yang sedang berbinar. Beliau bertanya pada saya mau dibelikan apa, yang sialnya saat itu saya bilang buku pelajaran kelas tiga. Pulang dari toko buku, ayah saya bilang kalo beliau seneng banget anaknya yang bodoh ini naik kelas tiga, yang saat itu hanya tiga orang yang naik kelas. Beliau seneng banget bahwa anaknya yang tolol ini hanya akan menempuh pendidikan dua tahun SMA bersama dua teman lainnya dari 24 siswa. Saya cuma senyum saat itu, tanpa komentar apa-apa karena saat itupun saya tengah larut dalam rasa bahagia.

Ya, saya ingin mengulang rasa bangga ayah saya. Saya juga ingin membelikan semua yang ibu saya perlu atau mau, tanpa harus menunggu persetujuan ayah saya. Dan, saya ingin menjadi pembuka pintu surga bagi ayah saya. Karena dalam agama saya, anak perempuan yang membukakan pintu surga bagi ayahnya. Yang menjadi penyempurna agama suaminya kelak, dan yang memiliki surga dibawah telapak kakinya untuk anaknya nanti.

Saya sangat sayang pada ayah saya, juga ibu saya. Dibalik telepon ibu saya, saya yakin disampingnya ada ayah saya yang juga khawatir ketika saya pulang terlambat. Sekarang, saya ingin mengatakan IYA pada semua yang ayah saya minta. Untuk saat ini, perlakuan seperti itulah yang beliau ingin dari anaknya, dari saya.

I know, forever and after, i will be my daddy's little girl. And i really don't mind. I love you over the universe!!
Selalu lah jadi ayah saya yang cerewet dan suka musik dangdut :p
Semoga Tuhan memberi keberkahan pada ayah dan ibu. Semoga saya bisa mengulang rasa bangga ayah. Semoga ayah dan ibu bisa mendampingi saya wisuda, menikah dan ketika pertama kali punya anak. Biarlah Tuhan gak melindungi saya, asal Tuhan meindungi ayah saya. Dan ibu saya.

Satu hal, ayah saya pernah bernasihat, sampai sekarang saya ingat. Tak pernah sedikitpun saya lupa. Bilangnya, "Belilah jualan dari penjual renta. Entah butuh atau tidak. Carilah alasan untuk membeli jualan mereka".

"Sungguh, aku juga kangen masa kecil bareng ayah. Yang ayah suka potongin rambut aku model mangkok :))"

Saturday, September 15, 2012

Dear One, Dear Aslan.

Dear One, Dear Aslan.

Hi, apakabar? Semoga kamu baik-baik aja walau tanpa aku disana. Ya, sih pastinya akan lebih baik-baik jika tanpa aku :p. Sungguh, ini adalah pembukaan surat paling aneh yang aku tuliskan. Dan surat ini juga tak bisa aku sampaikan pada abu agar ia juga dapat membaca. So, rahasia ini sekarang antara kamu, dan juga aku :)))

Aslan, kamu tau gak? Semalem aku mimpi absurd. Masa ya, aku mimpi lagi liburan, lalu aku diterpa badai. Badainya ada dua sih, badai kehidupan dan badai alam. Duh, sungguh absurd banget :| Rasanya dadaku sampai sesak saking menyedihkannya mimpi aku itu. Kamu jangan tertawa atas mimpiku ini bisa kaliiiiii.. -__-  Hmm.. dalam mimpi aku ada dia. Ah, entah sudah berapa lama mimpi-mimpi antara aku dan dia sudah berlangsung secara kontinyu. Pokoknya, aku harap sih semalem adalah episode terakhirnya. Dia yang menang, As. Bukan aku. Tapi kadang aku berpikir bahwa yang menang adalah aku. Tanpa dia sebagai pihak yang kalah tentunya.

As, aku pingin berterimakasih ke dia. Tapi aku bingung. Bagaimana caranya. Atas dasar apa. Sedangkan apa yang dia lakukan semuanya belum pernah ku ucapkan terimakasih. Ah, apa aku harus berterima kasih karena dia sudah sama sekali melupakan aku? Sejak bertahun lalu? Ah tidak tidak! Tidak mungkin atas alasan itu aku berterimakasih padanya kan? Hmm. Mungkin memang sudah seharusnya aku tidak pernah berterima kasih. Dan As, sungguh sekali aku ingin bilang maaf. Atas perasaannya yang dulu, bertahun lalu, tidak aku tahu. Bahkan lebih tepatnya, tidak mau aku tahu. Tapi, apa mau dia memaafkan aku? Seharusnya sih dia mau. Karena Tuhan sudah berikan aku hal yang sama. Apa itu namanya? Ya, Karma. Ketika dia rasa, aku acuh dan ketika aku rasa, dia acuh. Ya, hidup memang seperti ini akan tetapi hatinya sudah memaafkan aku atau belum aku tidak tau. Tidak dapat menebak.

Sekarang hanya ada satu hal yang ingin aku tanyakan, As.
Siapa yang dapat mengajarkanku bagaimana bersikap seperti dia bersikap padaku dulu? Apa kamu bisa?



Kawanmu yang selalu merepotkan ingin didengar,
kapanpun.

putripratiw
 Terima kasih, As.

Friday, September 14, 2012

250 cc darah, red dan white update.

"Jadikanlah donor darah sebagai gaya hidup"

Kata-kata itulahh yang sering sekali saya baca di social media kala ini. Kata yang sedikit klise tapi berguna ajakannya. Apalagi setelah saya pertama kali donor darah, rasa-rasanya kata-kata itu membuat selalu ingin dan ingin lagi mendonor. Ya, detik itu setelah donor dan nyeri-nyeri tangannya, i decided something, i will try for being a donor regularly.
Sebetulnya, keinginan donor itu sudah meletup-meletup dalam diri saya ketika masih sekolah. Tapi apadaya, takut banget sama darah dan sakitnya ketika disuntik bikin saya mikir banyak kalau mau donor. Sekarang saya menyesal gak donor pas usia genap 17 tahun, kalau saya sudah aktif donor ketika usia segitu, di kartu donor saya pasti sudah banyak keterangan sudah donornya atau mungkin sudah full satu kartu donornya. Hehehe :) 
Di Kick Andy Show, pernah suatu ketika saya nonton dan bahas tentang donor darah. Tentang orang-orang yang sudah berpuluh-puluh tahun berdonor. Tentang seorang kakek yang sudah berdonor sejak berusia 17 tahun hingga usia 50 tahun. Tentang seorang yang mencetakkan namanya dalam daftar pendonor yang paling banyak berdonor. Tetang mereka yang mendapat penghargaan karena sudah berdonor sebanyak ratusan bahkan ribuan kali. Bahkan ada sepasang suami istri yang rutin berdonor dan berniat untuk menyumbangkan tubuhnya untuk mereka yang butuh atau untuk sekedar sebagai bahan percobaan untuk ilmu kedokteran. Soal sepasang suami istri tersebut saya gak terlalu yakin sih satu episode dengan donor darah tapi mereka sangat menginspirasi. Ah, mereka juga sungguh hebat. Sedangkan saya? Di pojokkan rumah nonton tivi, punya keinginan donor dan tidak dapat sama sekali menangani rasa takut akan darah dan sakitnya disuntik :( Memalukan ya... 
Setelah menonton tayangan tentang donor darah itu, batin dan hati saya menggebu-gebu ingin berdonor. Akan tetapi, tetap saja, beberapa hari kemudian nyali ciut krn hal yang masih juga sama. Darah dan jarum suntik. Betapa pengecutnya diri saya kala itu.. 

Beberapa waktu kemudian, dalam pikiran sama sekali gak ada soal donor darah.. My days were my days before at the time. Lalu tiba kali kedua Kick Andy Show menayangkan tentang donor darah dan kali ini mengundang Bapak Jusuf Kalla sebagai narasumber, ya secara Beliau adalah ketua PMI baru sejak lengser dari kursi Wakil Presiden. Kala itu, batin dan hati saya lagi-lagi mencuat. Ingin donor darah. Ingin sedikit berguna bagi orang lain. Keinginan saya bertambah besar untuk donor darah. Ya, niat bulat akan tetapi masih goyah :( Setelah tayangan tentang donor darah itu, saya menonton tayangan yang bertemakan orang-orang yang bisa memaksimalkan fungsi internet yang luas dan makin meluas diwaktu sekarang ataupun yang akan datang. Ketika itu, dibahas tentang google community yang bernama Blood For Life. Aku kagum sama pioneer organisasi itu. Narasumber kala itu sungguh hebat. Mereka harusnya masuk surga. Sungguh.

Dari tayangan tentang Blood For Life itu saya jadi iseng-iseng cari tau tentang organisasi itu. Lalu ketemu lah twitternya. Saya follow. Pada mulanya hanya follow sih, lama kelamaan saya membantu RT tweet urgent need donor mereka. Semoga dapat membatu hanya dalam sekali klik. Suatu kala siang, saya baca update BFL tentang RED Update mereka. FYI, RED update mereka adalah sign bahwa dibutukan urgent atau segera seorang pendonor. GREEN update adalah sign bahwa pasien/recipient sudah mendapatkan donor dan WHITE update adalah sign bahwa recipient tidak dapat bertahan hidup. Ok, back then, kala itu saya baca tentang RED Update BFL, saya bantu RT tweet tersebut. Ketika itu saya gak terlalu gimana-gimana sih, hanya saja berharap agar ada pendonor untuk si pasien. Setelah berjam-jam, entah ketika itu saya mungkin sedang "ngeh" tentang nama pasien dan detil lainnya dari tweet RED update BFL atau kenapa, saya baca lagi salah satu tweet yang juga sama menyebut nama pasien yang berjam-jam lalu membutuhkan donor. Bukan, bukan GREEN update yang mereka tweet, melainkan WHITE update. Sesak sekali dada saya ketika itu. Entah kenapa. Rasanya susah membendung air mata untuk tidak jatuh :( 
Ketika itu saya sadar, bahkan terlalu sadar untuk berjanji kalau yang saya bisa perbuat adalah juga berdonor, BUKAN hanya mengRT tweet dari BFL atau apapun yang berkaitan dengan donor darah ini. Gak akan goyah lagi sekarang! Gak akan.

Suatu siang eh belum siang sih, brunch time gitu deh, saya sedang mantengin TL lalu ada update lagi dari BFL soal tempat donor darah. Ya KAMPUS SAYAAAAAAA! Inilah saatnya pikir saya waktu itu. Kebetulan siangnya juga ada urusan di kampus jadilah saya nebeng sama Ucha buat ke kampus. Saya bilang ke dia kalau di kampus sedang ada donor darah, dia yang juga belum pernah berdonor, mau ikutan. Ya, jadilah kami ke tempat donor darah tersebut. Disana, nyali saya ciut tapi dipaksa-paksain. Sedangkan Ucha kurang cukup gizi untuk ikut berdonor :p

Yea! For the very first time, akhirnya saya berdonor. Kala itu usia saya 19 tahun -__- molor 2 tahun dari batas mulai seharusnya. Deg-degan banget pas periksa darah. Ditembak jarinya :( Sakit bangeeeeeeeet hikss. Mbaknya gak bilang-bilang juga mau nembak jari saya! Ugh.. Tambah deg-degan ketika nunggu giliran diambil darahnya. Rasanya mau gak jadi aja itu. Tapi ada satu hal yang bikin mau tetap donor, apalagi kalo bukan the Red update which followed by the WHITE update in (just) hours :|
Finally saya akhirnya berbaring untuk diambil darahnya. Deg-degan banget sampe tangan pada keringetan plus mules-mules. Mbak yang lagi bertugas cuma bisa ketawa-ketawa doang pas saya bilang darahnya jgn banyak-banyak diambilnya, sakit apa engga dan bla bla pertanyaan gak penting. Disuru rileks, tarik napas pelan-pelan dan ....... YAP! Akhirnya darah keluar :( rasanya pengen nangis.. Takut banget liat darah pertama-tama ngalir deras ditambah lagi dipojokan ada yang mau pingsan :| Si Ucha masuk nanya-nanya rasanya, seh, gak liat apa muka saya tegang -_- Dan doski dokumentasiin ketika donor itu. Lumayan sih kenang-kenangan pertama kali.
kenang-kenangan pertama donor :p

Selesai donor dapet susu dan pop mie, dan kartu donor! :D Hikmahnya jadi tau juga gol darah saya. Alhamdulillah sama dengan orang tua wehehehe.. 

Tiga bulan kemudian saya donor lagi, kali ini diastole saya gak nyampe 110. Melainkan cuma 100. Oke, saya bilang aja krn belum sarapan ke petugasnya. Lalu saya diperiksa lagi darahnya dan kata Mbak petugasnya darahnya masih tetep bagus jadinya tetep boleh donor. Asyik! Tapi setelah donor kali itu, darah saya ga berenti keluar dan waktu beraktifitas setelahnya saya pusing banget. Mungkin krn awalnya diastole cuma 100 kali ya jd efeknya lebih dahsyat dari pertama kali donor. O iya, kala itu juga saya jadi cewek pertama loh yang berdonor! Yihay!

Sayang sekali udah 4 bulan saya beum berdonor yang ketiga kali. Waktu bulan puasa kemarin Ekonya gak mau anter ke PMI dan gak ada event donor darah di kampus atau sekeliling saya tinggal. Tapi semoga september ini saya bisa berdonor. Sebulan dua kali juga saya mau deh! I have been addicted about that :)

Walau dengan grogi yang masih sama dengan yang pertama.
Walau dengan basa-basi yang masih sama dengan yang pertama.
Walau bekas jarum suntik gak ilang sebelum dua minggu yang masih sama dengan yang pertama.
Walau biru-biru dan sedikit bengkak dibekas jarum yang masih sama dengan yang pertama.
Walau rasa pusing kerasa setelah donor yang masih sama dengan yang pertama.
Walau rasa tusukan jarum suntik sakit yang masih sama dengan yang pertama.
Saya mau tetap berdonor. Untuk orang lain yang sedang membutuhkan darah saya.
Saya gak bisa sekarang biarkan mereka menunggu darah saya. Ya walau banyak pendonor lain, tetap saja saya yakin mereka juga butuh darah saya. Setidaknya ada satu orang yang butuh darah saya. Memang sih harganya gak sampe 100 juta atau berapa, tapi saya puas ketika sudah bisa berbagi darah dengan orang lain atau bahkan jika darah saya bisa menolong nyawa orang lain tsb.

Lalu kalian, yang belum berdonor, yang mampu berdonor regularly, tidak mau membantu mereka hanya karena alasan remeh temeh? Takut jarum lah, takut darah lah, males ke PMI lah.. Bagi yang takut jarum dan takut darah, cobalah lebih takut jika tidak bisa menyelamatkan nyawa satu orang. Saya memang masih belajar juga untuk menjadi pendonor rutin, tapi percaya deh, rasa sakit setelah donor jika dibandingkan rasa puas sudah berdonor itu tidak ada apa-apanya :) 

Saya selalu takut tidak mendapatkan darah ketika saya butuhkan. Entah untuk saya, keluarga maupun teman-teman saya. Sangat takut...

Thursday, August 23, 2012

Aku kalah. Dari segala-galanya engkau.

Ketika suatu saat tiba.
Aku sedang ada disana. Dalam jarak yang tak dapat dikatakan jauh, juga dekat.
Kau tertawa. Entah karena apa.
Kau tersenyum. Entah karena apa.
Lalu kau terdiam.
Ah, simfoni ekspresi yang kau torehkan itu, kubawa pulang. Lalu kuingat-ingat lagi.
Suatu saat itu sudah terlewat.
Tidak jauh. Mungkin hanya tertinggal beberapa hari.
Tapi aku ingin kembali.
Sungguh.

Pada suatu ketika.
Suatu saat terjadi. Lagi. Dengan tawa yang sama. Senyum yang sama. Juga diam yang sama.
Oleh kau. Yang (sialnya) masih sama.
Hanya jarak antara kita yang berbeda. Semakin dekat.
Bahkan, aku juga ikut dalam suatu saat milik kau itu.
Dalam tawa, senyum, diam, juga dalam kata-kata.
Entah. Hanya sepertinya. Saat itu aku kalah. Ya, aku sedang kalah.

AKU KALAH.
Aku kalah dari kau.
Sungguh. Aku sangat kalah dari kau.
Dari semua saat milik kau. Aku tengah kalah.
Dari semua simfoni ekspresi punya kau. Aku telah kalah.
Segala-galanya.

Aku kalah. Dari segala-galanya engkau.




@putriprat
2:36am

Note: Beberapa bulan kemarin dari saat ini. Aku tengah menang. Sekarang, aku telah menang. Semua esok dan selamanya, aku akan tetap menang. Dari segala-galanya engkau.

Saturday, August 11, 2012

Siang hari itu,

Memandangi nisan itu membuatku selalu merasa menyesal. Membuatku merasa sangat perih dan membuatku ingin lagi kembali ke masa lalu yang sempurna. Hidupku kini seakan tak indah lagi. Tidak lagi ada warna-warna cerah, tidak ada lagi keceriaan, tidak ada lagi canda-candaan yang selalu saja berhasil menggelitikku, tidak ada lagi kerusuhan didalam rumah yang selalu saja membuat pembantuku geleng-geleng kepala menyaksikan kebodohan dan kekonyolan yang kami buat, tidak ada lagi semuanya. Semuanya hilang. Semua yang sudah kami jalani harus berakhir tanpa kami inginkan. Perih. Sangat perih yang aku rasa.

Sosok cowok itu selama-lamanya tidak akan aku lupakan. Dia mengajari aku semua hal. Dia membimbing aku menjalani hidupku sendiri. Dia selalu menuntunku agar aku tidak salah dalam melangkah. Dia lindungi aku diseluruh hidupku, melindungiku lebih dan lebih dari papiku melindungiku sendiri.

Aku kangen dia. Aku kangen banget sama dia..

Aku gak ngerti, kenapa sampai detik ini aku gak bisa sedikitpun bisa melangkah keluar pemakaman ini. Gak bisa mengubah posisi, gak bisa berhenti mengingat masa lalu bersama dia. Dan aku gak bisa sedikitpun percaya, bahwa dia ada didalam gundukan tanah itu. Aku gak bisa percaya..


Siang hari itu, setelah pintu dibuka, seseorang masuk dengan riang..



@putriprat
2011

Wednesday, August 1, 2012

Katanya

Katanya, dalam hidup adalah berjuang dan memilih.
Sekarang aku sedang hidup.
Bolehkah aku tidak berjuang?
Bolehkah aku tidak memilih?


@putriprat
18:40 01082012 

Monday, February 13, 2012

Life + time = lifetime.

Everyday i count days, i wondered about futures.
My future, my family's, my friend's..

Shall I graduate from college?
Shall I go adult?
Shall I get jobs that i want to?
Shall I get married?
Shall I have sons or daughters that have a similar face with me or my hubby?
Shall I grow old?
Shall I owe "you"?
Shall I spend my time with someone i love?
and so many "shall I" i wonder to my count days..

But, ah, who knows?
Who knows about future?
I am just so scare.
How if i didnt have much age to reach all things i wanted to?
How if i didnt have much chance to be with someone that i loved so much badly?
How if i didnt have much time to be with you, pals, parents, families, neighbors, anyone?

I am just too scare of being someone that leave this world by an ill. Or by an accident..
I am just too scare :'(

Lifetime is not about time actually, but about life too. if you have a good quality life, you must be have a good quality time for everyone you know or know you.

Tuesday, February 7, 2012

I hope. I do hope..

Today was not really my day. Not really. It was just so much worst.
I hate to know this fact. I hate to be sad cause i know this fact.
I dont wanna be me, be someone that knowing this fact. I dont wanna someone i love so much, must be at this situation. I dont want, really, I dont want..

What is it going to be, when you know you're in a serious ill?
What is it going to be, when you know that someone who knows you very well is in a serious ill?

You know what is it like if you are in thus situation, no?!
I did, pals.. 
I am feeling that, now :'(.
And I am so sad. I am so broke to know this fact.
Nothing is gonna be as same as yesterday,  everything's changing from now and on.

I am afraid, so much afraid.
I hope, you get your best health again :'( I do hope, you get yourself again. So much love <3

Thursday, January 19, 2012

Ingin

Ingin sekali ku teriakkan kata cinta
Padamu yang sedang ada didepanku
Yang sedang bercerita tentang harimu hari ini

Ingin sekali ku katakan aku cinta
Padamu yang sedang ada dihadapku
Yang sedang  bercerita tentang harimu hari ini

Ingin sekali ku teriakkan kata cinta
Ingin sekali ku katakan aku cinta
Padamu yang kini hendak pulang

Ingin sekali rasanya aku berteriak mengatakan aku cinta
Padamu yang melangkah semakin jauh dari pekarangan rumahku
Ingin sekali rasanya..
Ingin sekali rasanya..

Tapi aku bisu..


@putriprat